Sunday, July 3, 2011


waduh2....enjoy nye die...x ajak dh main...main swg2..x aci la.hah,lau kwg nk tau niy la pacar aq...lawa x??niy pacar baru la..baru semalam dpt takle..hahah...gurau je...die la takle aq..pelik kan?dunia skarang mmg berubah...hah..name die nurul fathin binti ahmad zainuddin..die niy baik,bijak..ader la bnyk lagi...sy arap die kekal selamenye dgn sy..huhu...die niy ader fb..search je nyul fathin..n klik.....

heheh..


LATAR BELAKANG PERLUNYA MANUSIA TERHADAP AGAMA DAN HUBUNGAN AGAMA DENGAN ILMU PENGETAHUAN

1.  Latar Belakang Fitrah Manusia
Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kali ditergaskan dalam ajaran Islam. Yakni bahwa agama adalah kebutuhan fitrah manusia sebelumnya. Manusia belum mengenal kenyataaan ini. Baru masa ini, muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkannya dalam keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangnya perlunya manusia pada agama.oleh karenanya ketika datang wahyu tuhan yang menyeru manusia agar beragama, maka seruan tersebut memang pukulan dengan fitrahnya itu, dalam konteks ini minsalnya membacakan yang berbunyi.
ﺎﻬﻳﻠﻋﺲﺎﻧﻟﺍﺮﻄﻓﻰﺗﻟﺍﻪﻟﻟﺍﺓﺭﻄﻓﺎﻳﻧﺣﻦﻳﺪﻠﻠﻚﻬﺠﻭﻢﻗﺄﻓ

Artinya : “Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dngan fitrah itu”. (QS.Al-Rum : 30).
Adanya potensi fitarah agama yang terdapat pada manusia tersebut dafat pua dianalisis melalui istilah Ihsan yang digunakan Al-Qur’an untuk menunjukan manusia. Mengacu kepada informasi yang diberikan Al-Qur’an, Musa Asy’ari sampai pada suatu kesimpulan, bahwa manusia Ihsan adalah manusia yang menerima pelajaran dari tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya.
Melalui uraian tersebut diatas dapat kita simpilkan bahwa latar belakang perlunya manusia pada agama adalah karena dalam diri manusia sudah terdapat potensi untuk beragama. Potensi beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, dan seterusnya dengan mengenal agama kepadanya.
2.  Kelemahn Dan Kekurangan Manusia.
Faktor lain yang melatarbelakangi manusia memerlukan agama adalah karena disamping manusia memiliki berbagi kesempurnaan juga memiliki kekurangan. Hal ini antara lain digunakan oleh kata Al-Nafs menurut Quraish Shihab. Bahwa dalam pandangan Al-Qur’an Nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan, dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh Al-Qur’an dianjurkan untuk diberi perhatia lebih besar. Kita minsalnya membacakan ayat yang berbunyi.
ﺎﻫﻭﻗﺗﻮﺎﻫﺮﻮﺠﻓ ﺎﻬﻣﻬﻟﺎﻓ    ﺎﻫﻭﺴﺎﻣﻮ ﺲﻓﻧﻮ

Artinya : “Demi nafs serta demi penyempurna ciptaan, Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketaqwaan”.(QS.Al-Syams : 78)

Dalam literatur teologi Islam kita jumpai pandangan kaum mu’tazilah yang rasionalis, karena banyak mendahulukan pendapat akal dalam memperkuat argumensinya dari pada pendapat wahyu, namun demikian, mereka sepakat manusia dengan akalnya memiliki kelemahan. Akal memang dapat mengetahui yang baik dan yang buruk. Tetapi tidak semua yang baik dan yang buruk dapat diketahui akal. Dalam hubungan inilah, kaum Mu’tazilah mewajibkan pada tuhan agar menurunkan wahyu dengan tujuan kekurangan yang dimiliki akal dapat dilengkapi dengan informasi yang datang dari wahyu (agama). Dengan demikian, Mu’tazilah secara tidak langsung memandang bahwa manusia memerlukan Wahyu.
  1. 3. Tentang Manusia
Faktor lain yang menyebabkan manusia memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun yang datng dari dalam. Tantangan dari dalam berufa dorongan hawa nafsu dan bisikan setan. Sedangkan yang datang dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupa ingin memalingkan mnausia dari tuhan. Mereka dengan rela mengeluarka biaya, tenaga, dan fikiran yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang didalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari tuhan. Allah berfirman dalam Al-Qr’an Surat Al-Anfal : 36
Yang artinya : “sesungguhya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah”.(QS.Al-Anfal:36)
Orang-orang kafir itu sengaja mengeluarkan biaya  yang tidak sedikit untuk mereka gunakan agar orang-orang mengikuti keinginannya. Barbagai bentuk budaya, hiburan, obat-obat terlarang dan lain sebaginya dibuat dengan sengaja. Untuk itu, upaya membatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajar mereka agar taat menjalankan agama. Godaan dan tantangan hidup demikian itu, saat ini meningkat, sehingga uapaya mengagamakan masyarakat menjadi penting.
Untik lebih jelasnya berbagai pendekatan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut :
  1. A. PENDEKATAN TEOLOGIS NORMATIF
Pendekatan teologis normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai uapaya memahami agama menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahwa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.
Pendekata teologi dalam pengetahuan keagamaan adalah pendekatan yang menekankan pada bentuk porma atau simbol-simbol keagamaan yang masing-masing bentuk porma atau simbol-simbol tersebut mengklaim dirinya sebagi yang paling benar sedangkan yang lain sebagi  salah. Aliran teologi yang yakin dan panatik bahwa pemahamannyalah yang paling benar sedangkan pemahaman yang lain salah. Sehingga memandang pemahaman yang lain itu keliru. Sesat, kafir, murtad dan sebagainya. Demikian pula paham yang dituduh keliru, sesat, kafir dan itupun menuduh kepada lawannya sebagi yang sesat dan kafir dalam keadaan demikian, maka terjadilah proses saling mengkairkan. Salah menyalah dan seterusnya.
Pendekatan teologis ini dekat kaitannya dengan pendekatan normatif. Yaitu suatu pendekatan yang memandang agama dari segi ajarannyayang pokok dan yang asli dari tuhann yang didalamnya belum terdapat penalaran pemikiran manusia. Dalam pendekatan teologis ini agama dilihat sebagai suatu kebenaran mutlak dari tuhan. Tidak ada kekurangan sedikitpun dan tampak bersikap ideal. Dalam kaitan ini agama tampil sangat prima dengan seperangkat cirinya yang khas. Untuk agama islam misalnya, secara normatif pasti benar, menjunjung nilai-nilai luhur. Untuk bidang sosial, agama tampil menawarkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, kesetiakawanan, tolong-menolong, tenggang rasa, persamaan derajat dan sebagainya.  Untuk bidang ekonomi agama tampil tampil menawarkan keadilan, kebersamaan kejujuran dansaling menguntungkan. Untuk bidang ilmu pengetahuan, agama tampil mendorong pemeluknya agar memiliki ilmu pengetahun dan teknologi yang setinggi-tingginya. Menguasai keterampilan. Keahlian dan sebagainya demikian pula untu bidang kesehatan lingkungan hidup, kebudayaan, politik dan sebaginya. Agama tampil sangat ideal dan yang dibangun berdasarkan dalil dalil yang terdapat dalam ajaran agama yang bersangkutan.
  1. PENDEKATAN ANTROPOLOGIS
Pendekatan antropologis dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama denganmelihat wujud prktik keagamaan yang tumbuh dan berkembangdalam masyarakat. Melalui pendekatan ini agama tampak dekat dan akrab dengan masalah-masalah yang dipahami manusia dan berupaya menjelaskan dan memberikannya jawaban. Dengan kata lain bahwa upaya yang digunakan dalam disiplin ilmu antrapologi dalam melihat sesuatu masalah digunakan pula untuk memahami agama.
Pendekatan anteropologis seperti itu diperlukan adanya, sebab banyak berbagai ha yang dibicarakan agama hanya bisa dijelaskan dengan tuntas melalui pendekatan antropologis. Dalam Al-Qur’an Al-Karim, sebagai sumber utama ajaran islam minsalnya kita memporoleh informasi tentang kapal Nabi Nuh dimana kira-kira Gua itu, dan bagaimana pula bisa terjadi hal yang menakjubkan itu, ataukah hal yang demikian merupakan kisah fiktif. Trentu masih banyak lagi contoh lain yang hanya dapat dijelaskan dengan bantuan ahli geografi dan arkeologi.
Dengan demikian, pendekatan antropologi sangat dibotuhkan dalam memahami ajaran agama, karena dalam ajaran tersebut dapat uraian dan informasi yang dapat dijelaskan lewat bantuan ilmu antrofologi dengan cabang-cabangnya.
  1. PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama didalam masyarakat dan menyelidiki-menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya itu dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya dan sosiologi mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama,
cara terbentuk dan tumbuh serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup itu serta pula kepercayaannya, keyakinan yang memberi sifat sendiri kepada cara hidup bersama itu dalam tiap persekutuan hidup manusia.
Sosilogi adalah suatu ilmu yang mengambarkan tentang masyarakat lengkap dengan struktur, lapisan serta sebagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan. Denagan ilmu ini sutu fenomena sosial dapat dianalisis dengan faktor-faktor yang mendorong terjadinya hubungan, mobilitas sosial serta keyakinan-keyakinan yang mendasari terjadinya proses tersebut.
Selanjutnya sosilogi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami agama. Hal demikian dapat dimengerti, karena banyak bidang kajian agama yang baru dapat dipahami secara profesiaonal dan tepat apabila menggunakan jasa dari bantuan sosiologi. Dalam agama islam dapat dijumpai peritiwa Nabi Yusuf yang dahulu budak lalu dapat menjadi penguasa dimesir. Mengapa dalam melaksana tugasnya Nabi Musa harus dibantu oleh Nabi Harun, dan masih banyak lagi contoh yang lain. Beberapa peristiwa tersebut dapat duajwab dan sekali gus dapat ditemukan hikmahnya dengan batuan ilmu sosial. Tanpa ilmu sosial peristiwa-peristiwa tersebut sulit dijelaskan dan sulit pula dipahami maksudnya. Disinilah letaknya sosiologi sebagai salah satu alat dalam memahami agama.
  1. PENDEKATAN FILOSOFIS
Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Fhilo yang bearti cinta kepada kebenaran, ilmu, dan hikmah, selain itu filsafat dapat pula diartikan mencari hikmah sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat serta usaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia poewadarminta mengartikat filsafat sebagai pengetahuandan
penyelidikan dengan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas, hukum dan sebagainya terhadap segala hal yang ada di alam semesta ataupun mengenai kebenaran dan arti “adanya” sesuatu. Pengertian filsafat yang umunya digunakan adalah pendapat yang dikemukakan  Sidi Gazaiba. Menurutnya filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti, hikmah atau hakikat mengenai segala sesuatu yann ada.
Dari defenisi tersebut dapat diketahui bahwa filsafat fada intinya berupaya menjelaskan inti, hakikat, atau hikamah mengenai sesuatu yang berada dibalik objek pormanya. Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asas, dan inti yang terdafat dibalik yang bersifat lahiriah. Sebagai contoh kita jumpai berbagai merek pulpen dengan kualitas dan harganya berlain-lainan namuninti semua pulpen itu adalah sebagai alat tulis. Ketika disebut alat tulis maka tercangkuplah semua nama dan jenis pulpen.
Berfikir secara filosofis tersebut selanjutnya dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikamh, hakikat atau inti dari dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama. Pendekatan filosofis yang demikian itu sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh para ahli.
  1. PENDEKATAN KEBUDAYAAN
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kebudayaan diartikan sebagi hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) seperti kepercayaan, kesenian, adat istiadat, dan bearti pula kegiatan (usaha) batin (akal dan sebagainya) untuk menciptaka sesuatua yang termasuk hasil kebudayaan. Semantar itu sutan Takdir Alisjahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang terjadi diunsur-unsur yang berbeda seperti pengetahuan,
kepercayaan, seni, hukum, moral, adat istiadat, dan segala kecakapan lain yang diperoleh manusia sebagi anggota masyarakat.
Dengan demikian kebudayaan adalah daya cipta manusia dengan mengguanakan dan mengarahkan segenap potensi bati yang dimilikinya. Didalam kebudayaan tersebut terdapat pengetahuan, keyakinan, seni, moral, adat istiadat dan sebagainya. Kesemuanya itu selanjutnya digunakan sebagai kerangka acuan atau blue print oleh seorang dalam menjawab berbagai masalah yang dihadapinya dengan demikian, kebudayaan tampil sebagai penata yang secara terus menerus dipelihara olehpara pembentuknya dan generasi selanjutnya yang diwarisi kebudayaan tersebut.
Kita minsalkan kita jumpai kebudayaan berpakaian, bergaul, bermasyarakat dan sebagainya. Dalam produk kebudayaan tersebut, unsur agama ikut berintegrasi. Pakaian model jilbab, kebaya atau lainnya dapat dijumpai dalam pengamalan agama. Sebaliknya. Tanpa adanay unsur budaya, maka agama akan sulit dilihat, sosoknya secara jelas. Di DKI Jakarta misalnya, kita jumpai kaum prianya mengguankan baju ala cina. Disitu terlihat produk budaya yang berbeda yang dipengaruhi oleh pemahaman keagamaannya.
  1. PENDEKATAN PSIKOLOGI
Psikologi atau ilmu jiwa adalah yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala perilaku yang dapat diamatinya. Manuruut Zakiah Daratjat, perilaku seseorang yang tampak lahiriah terjadi karena dipengaruhi oleh keyakina yang dianutnya, seseorang ketika berjumpa saling mengucapkan salam, hormat kepada kedua orang  tua, dan sebagainya merupakan gejala-gejala keagamaan yang dapat dijelaskan melalui ilmu jiwa agama.ilmu jiwa agama,
sabagaiman diemukakan Zakiah Daratjat, tidak akan mempersoalkan benar tidaknya suatu agama yang dianut seseorang.  Melainkan yang dipentingkan adalah bagimana keyakinan agama tersebut terlihat pengaruhnay dalam perilaku penganutnya.
Dengan ilmu jiwa ini seseorang selain akan mengetahui tangkat keagamaan yang dihayati, dipahami dan diamalkan seseprang juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan agama kedalam jiwa seseorang sesuai dengan tingkatan usianya. Dengan ilmu ini agama akan menemukan cara yang tepat dan cocok untuk menanamkannya.
Kita misalnya dapat mengetahu pengaruh dari shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya dengan melalui ilmu jiwa. Dengan pengetahuan ini maka dapat disusun langkah-langkah baru yang lebih efisien lagi dalammemnanamakan ajaran agama. Itulah sebabnya ilmu jiwa ini banyak digunakan sebagai alat untuk menjelaskan gejala atau sikap keagamaan seseorang.
Dari uaraian tersebut kita dapat melihat bahwa ternyata agama dapat dipahami melalui berbagi pendekatan. Dengan pendekatan itu semua orang akan sampai pada agama. Seorang teolog, sosilong, antroplog, sejarawan, ahli ilmu jiwa dan budayawan akan sampai pada pemahaman agama yang benar. Disini kita melihat bahwa agama bukan hanya  monopoli kalangan teolog dan normatif belaka, melainkan agama dapat dipahami semua orang sesuai dengan pendekatan dan kesanggupan yang dimilikinya. Dari keadaan demikian seseorang akan memiliki kepuasan dari agama karena seluruh persoalan hidupnya mendapat bimbingan dari agama.
HUBUNGAN AGAMA DENGAN  ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Dunia saat ini tengah memasuki era globalisasi dengan dampak negatif dan fositifnya. Diantara dampak negatif tersebut minsalnya terjadi dislokasi, dehumanisasi, sekularisasi,  dan sebagainya. Sedangkan dampak fositifnya antara lain terbukanya berbagai kemudahan dan kenyamanan, baik dalam lingkungan ekonomi, informasi, teknologi, sosial maupun psikologi.
Sebagai salah satu upaya dalam mengatasi kebutuhan dari ilmu pengetahuan sosial yang demikian itu, agama diharapkan dapat memberikan arahan danperpektif baru, sehingga kehadiran agama tersebut tersa mamfaatnya oleh para penganut agama. Namun hal demikian membawa kita kepada suatu pertanyaan tentang bagaimanakah seharusnya agama itu ditamoilkan. Bagaimana sikap yang harus ditampilkan oeh seorang agamawan.
A.  PANDANGAN AGAMA ISLAM TENTANG ILMU SOSIAL
Sejak kelahiran belasan abad yang lalu, islam telah tampail sebagai agama yang memberi perhatian pada keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat. Antar hubungan manusia dengan tuhan. Antar hubungan manusia dengan manusia dan antara ibadah dengan urusan muamalah.
Keterkaitan agama dengan masalah kemanusiaan tersebut menjadi penting jika dikaitkan dengan situasi kemanusiaan dizaman modern ini. Kita mengetahui bahwa dewasa ini manusia menghadapi berbagai persoalan yang benar-benar membutuhkan pemecahan segera. Kadang-kadang kita merasa bahwa situasi yang penuh dengan problematika didunia modern justeru disebabkan oleh perkembangan pemikiran manusia sendiri.
Dalam keadaan demikian, kita saat ini nampaknya sudah mendesak untuk memiliki ilmu pengetahuan sosial yang mampu membebaskan manusia dari berbagai problema tersebut. Ilmu sosial yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan, yang digali dari nilai-nilai agama. Kuntowijoyo menyebutkan sebagai ilmu sosial politik.
B.  ILMU SOSIAL YANG BERNUANSA ISLAM
Dewasa ini tengah menghadapi kemandekan dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. Kita butuh ilmu sosial yang dapat tidak hanya berhenti pada menjelaskan penomena sosial, tetapi dapat memecahnya secara memuaskan. Menurut Kuntowijoyo, kita butuh ilmu sosial profetik, yaitu ilmu sosial yang tidak hanya menjelaskan dan mengubah penomena sosial, tetapi juga memberi petunjuk kearah mana taranspormasi itu dilakukan, untuk apa dan oleh siapa. Yaitu ilmu sosial yang mampu mengobah penomena berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu. Perubahan tersebut didasari atas tiga hal yaitu:
  1. Cita-cita kemanusiaan
  2. Liberasi
  3. Transendensi
Cita-cita profetik tersebut apat diderifasikan dari misi historis islam sebagai mana terkandung dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 110
ﻪﻟﻟﺎﺑﻦﻮﻧﻣﺆﺗﻮ ﺮﻜﻨﻣﻠﺍﻦﻋﻦﻮﻬﻧﺘﻮ ﻒﻮﺮﻌﻣﻠﺎﺑ ﻦﻮﺮﻣﺄﺘﺲﺎﻧﻠﻠ ﺖﺠﺮﺧﺍﺔﻣﺍﺮﻳﺧ ﻢﺗﻧﻛ
ﻦﻮﻗﺴﺎﻓﻠﺍ ﻢﻫﺮﺷﻛﺍﻮ ﻦﻮﻧﻣﺅﻣﻟﺍ ﻢﻬﻧﻣ  ﻡﻬﻟﺍﺮﻳﺧ ﻦﺎﻛﻠ ﺐﺎﺗﻜﻠﺍﻞﻫﺍ ﻦﻣﺍﻮﻟﻮ
Artinya: “kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah, sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”.(QS.Ali-Imran:110)

Dosa besar yg membawa kemurkaan Allah


1.       MAKSUD DOSA
·         Balasan buruk kerana melakukan larangan Allah dan meninggalkan suruhannya
2.       FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG MANUSIA MELAKUKAN DOSA
·         terpengaruh dengan perangai kawan yang jahat
·         ingin hidup bebas tanpa batasan agama
·         sikap angkuh dan sombong kerana harta dan pangkat
3.       JENIS-JENIS DOSA
i)           DOSA BESAR
·          Maksud
§       Kesalahan yang dikenakan hukuman tertentu di dunia dan amaran azab di akhirat
·          Contoh
§       Minum arak, berzina, membunuh
§       Mengumpat dan derhaka kepada ibu bapa
·          Akibat buruk jika melakukan dosa besar
§       Dikenakan hukuman kisas, hudud dan takziz
§       Menerima seksa neraka jika tidak bertaubat
ii)          DOSA KECIL
·          Maksud
§       Kesalahan yang tidak diberi peruntukan hukuman tertentu di dunia atau amaran azab di akhirat
·          Contoh
§       Melihat aurat bukan muhram
§       Bercakap perkara yang tidak memberi faedah
·          Akibat buruk jika melakukan dosa kecil
§       Jika dilakukan secara berterusan boleh menjadi dosa besar

1.       CONTOH-CONTOH DOSA BESAR
i)           MENGHINA DAN MENDERHAKA KEPADA KEDUA IBU BAPA
·         Sebab perlu mentaati ibu bapa
§         Mereka memeliahara kita sejak kecil hingga dewasa dengan penuh kasih sayang
§         Mereka menyediakan segala keperluan untuk kita supaya kita hidup dengan selasa
§         Mereka mendidik kita supaya menjadi orang yang berguna kepada agama, masyarakat dan negara
§         Mereka sanggup berkorban demi kebahagian kita
·         Cara menghormati ibu bapa
§         Mendengar nasihat dan tunjuk ajar mereka
§         Menghormati mereka setiap masa
§         Menjaga mereka dengan baik semasa mereka tua
§         Bersopan dan berlemah lembut apabila berbicara dan berhadapan dengan mereka
·         Perlakuan yang dikatogerikan menderhaka kepada ibu bapa
§         Melawan percakapan ibu bapa
§         Meninggikan suara apabila bercakap dengan mereka
§         Tidak mendengar nasihat dan teguran mereka
§         Menghina dan memandang rendah ibu bapa yang miskin
·         Balasan yang dijanjikan oleh Allah terhadap anak yang derhaka
§         Menanggung kesusahan hidup di dunia yang berpanjangan
§         Tidak mendapat rahmat Allah
§         Terputus rezeki daripada Allah
§         Akan mendapat azab daripada Allah di akhirat kelak

i)           MENIPU DAN BERBOHONG
·         Maksud menipu:
§         Iaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan kepentingan diri sendiri atau memudaratkan orang lain.
·         Maksud berbohong :
§         Tidak bercakap benar atau memalsukan fakta dan maklumat yang menyusahkan orang lain.
·         Hukum : haram dan berdosa besar
·         Ia boleh terjadi melalui kata-kata dan perbuatan seperti memalsukan dokumen, mencampurkan buah yang elok dengan yang busuk

i)           MENCURI DAN MEROMPAK
·         Maksud mencuri :
§         Mengambil hak orang lain secara sembunyi yang disimpan ditempat simpanannya tanpa izin
·         Maksud merompak :
§         Mengambil hak orang lain secara kekerasan yang disimpan ditempat simpanan tanpa izin
·         Haram kerana ia perbuatan yang hina dan mengganggu ketenteraman masyarakat dan negara
·         Islam mengenakan hukuman hudud iaitu memotong tangan pencuri sekiranya barang yang dicuri mencukupi kadar tertentu dan sabit kesalahan

i)           RIBA'
·         Maksud :
§         Faedah atau pertambahan bayaran dalam urusan pinjaman, hutang piutang, pertukaran makanan yang sejenis termasuk juga mata wang
·         Hukum : haram dan berdosa besar
·         Jenis-jenis riba' :
§       riba' al-fadhal :
pertambahan yang diperolehi melalui pertukaran barang yang sama sepertinya
§       riba' an-nasiah :
pertambahan yang diperolehi kerana menangguhkan tempoh bayaran
·         Hikmah pengharaman riba' :
§       membenteras kezaliman dan penindasan sesama manusia
§       mewujudkan kestabilan ekonomi masyarakat
§       menggalakkan semangat tolong-menolong sesama manusia

i)           MAKAN HARTA ANAK YATIM
·         Sebab-sebab dilarang memakan harta anak yatim:
§       anak yatim akan kehilangan punca pendapatan apabila dewasa
§       mengelakkan anak yatim hidup terbiar dan melarat
§       mengelakkan berlaku pergaduhan dan terputus sifat silaturrahim

i)           LARI DARI MEDAN PERANG
·         Akibat lari dari medan perang :
§       dipandang hina oleh masyarakat
§       umat islam akan ditindas
§       memberi peluang kepada musuh menghapuskan agama dan umat islam

i)           MENGUMPAT DAN MEMFITNAH
·         Maksud :
§         Mengata atau menceritakan keburukan seseorang di masa ketiadaannya serta boleh menimbulkan kemarahan apabila dilakukan dihadapannya
·         Sebab-sebab mengapa fitnah boleh terjadi :
§       ingin melihat orang lain menderita
§       takut persaingan hidup
§       tidak mahu mengakui kelebihan orang lain
·         Akibat dari perbuatan fitnah :
§       berlaku permusuhan dan huru hara
§       masyarakat islam akan sentiasa mundur
§       putus silaturrahim dan menghalang perpaduan
·         Cara mengelakkan diri dari melakukan fitnah :
§       Redha dengan ketentuan Allah
§       Menyemai sifat kasih sayang sesama muslim
§       Sentiasa melakukan muhasabah dirimeningkatkan diri dengan ilmu pengetahuan dan amalan soleh

i)           MINUM ARAK DAN MENAGIH DADAH
·         Maksud arak :
§         Minuman yang memabukkan yang diperbuat daripada perahan buah-buahan yang diperam
·         Maksdu dadah :
§         Sejenis bahan yang mengkhayalkan dan menghilangkan daya fikir
·         Hikmah pengharaman arak :
§       menjaga kewarasan akal manusia
§       mengelakkan perkelahian dan permusuhan
§       mengekalkan kesihatan fizikal dan mental
§       menjamin keharmonian keluarga dan masyarakat
·         Langkah mencegah perbuatan minum :
§       Perlu sedar bahawa minum arak dan menagih dadah adalah berdosa besar
§       Masyarakat perlu mengamalkan cara hidup sihat dengan mengadakan aktiviti kemasyarakatan / riadhah
·         Kesan buruk arak bagi individu
§       membazir harta, masa dan tenaga
§       menjatuhkan maruah diri dan keluarga
§       terdedah kepada kegiatan jenayah seperti pergaduhan, mencuri dan membunuh
·         Kesan buruk arak bagi masyarakat
§       menjadi mundur kerana anggotanya tiada berdaya maju
§       dipandang hina kerana ahlinya berakhlak buruk
§       tidak tenteram kerana berlaku permusuhan dan perkelahian

i)           ZINA
·         Maksud :
§       Persetubuhan haram antara lelaki dan perempuan tanpa ikatan yang sah
·         Hukum zina dan perbuatan yang mendorong kepda zina : berdosa besar
·         Contoh perbuatan yang mendorong kepada zina :
§       melihat, merenung, bercakap antara lelaki dan perempuan yang bukan muhram tanpa hajat yang diharuskan syarak, duduk berdua-duaan ditempat sunyi, memakai pakaian yang menjolok mata dll.
·         Faktor yang menyebabkan seseorang melakukan zina
§       Kurang pendidikan agama
§       Lemah iman dan penghayatan islam
§       Mengunjungi tempat-tempat maksiat
§       Mengamalkan pergaulan bebas
·         Akibat buruk melakukan zina :
§       merendahkan maruah diri dan keluarga
§       mendapat kemurkaan allah dan mengundang bala
§       meruntuhkan institusi keluarga
§       melahirkan generasi keluarga yang tidak jelas nasabnya
·         Hukuman terhadap penzina ( yang melakukan zina )
§       bagi muhsan ( penzina yang telah berkahwin dengan cara yang sah ; direjam dengan batu sahingga mati
§       bagi ghair muhsan ( penzina yang belum berkahwin ) ; disebat seratus kali sebatan

i)           MENUDUH PEREMPUAN BAIK MELAKUKAN ZINA
·         Maksud :
§         Menuduh seseorang yang baik melakukan zina tanpa empat orang saksi lelaki yang adil
·         Haram  kerana ia boleh menjatuhkan maruah tertuduh dan menyebabkan tekanan jiwa kepada tertuduh dan keluarganya serta menghancurkan masa depan
·         Hukuman jika membuat tuduhan palsu :
§       hukuman sebat 80 kali sebatan setalah melalui proses undang-undang kepada individu yang telah sabit keslahannya membuat tuduhan palsu

i)           LIWAT DAN MUSAHAQAH
·         Maksud liwat :
§       Hubungan sejenis antara lelaki dengan lelaki.
·         Maksud musahaqah :
§       Hubungan sejenis antara perempuan dengan perempuan
·         Faktor yang menyebabkan perbuatan liwat & musahaqah :
§       Terpengaruh dengan budaya liar
§       Tidak sanggup memikul tanggungjawab suami isteri
§       Membaca atau melihat bahan-bahan lucah
§       Kelemahan pelaksanaan undang-undang
·         Akibat jika melakukan liwat & musahaqah :
§       meruntuhkan institusi perkahwinan
§       menghidapi pelbagai penyakit fizikal dan mental
§       mendapat balasan azab di dunia dan akhirat

Tuesday, June 28, 2011

ni kisah kawan baik selamanye...

smekom....bertemu kite kembali dlm.....ha3...urmm...lau nk tau sape ?umur bpew?kawan sape?..niy la kawan sy ...die baik sangat ngan sy..sy pon suke berkawan..lau kwg nk tau die la satu-2 nye kwn yg ......mengambil berat ..huhu...sy berkawan ngan nye mase umur sy  12 tahun..n kire la..niy  tahun 2011...lame kan...x putus2..macam adik beradik...sy dh anggap die cam ang sy sy sendiri..maklumlah die lebih tua daripade sy...tarikh lahir die 21.5.1997 n sy 1.7.1997..urmm bulan 7 dh nk dekat..teke ari ape paling bez lau bulan 7..lau nk tau hari ulang tahun sy...sy harap tahun ramai owg kasi hadiah untuk sy..huhu...opps..lupe!name kawan sy tu ialah mohd aiman mustaqim bin mohd sani..die tinggal ngan atuk n nenek die di sini..mak n bapak die duk n9..maklum lah bapak die askar sane di gemas..